Wednesday, 21 November 2018

Karakteristik Unit Fisika



PENDAHULUAN
a.      Latar Belakang
Hampir semua pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, dan sikap seseorang terbentuk dan berkembang karena belajar. Para ahli berpendapat bahwa dalam pengertian belajar terkandung beberapa unsur pokok, antara lain belajar sebagai proses, perolehan pengetahuan dan keterampilan, perubahan tingkah laku, dan aktivitas diri. Berdasarkan unsur-unsur pokok tersebut, maka pengertian belajar dapat didefinisikan sebagai proses diperolehnya pengetahuan atau keterampilan serta perubahan tingkah laku melalui aktivitas diri.
Teori belajar kognitif lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajarnya. Teori ini mengatakan bahwa belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon, melainkan tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya. Teori kognitif juga menekankan bahwa bagian-bagian dari suatu situasi saling berhubungan dengan seluruh konteks situasi tersebut. Teori ini berpandangan bahwa belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan, pengolahan informasi, emosi, dan aspek-aspek kejiwaan lainnya. Belajar merupakan aktivitas yang melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks
Menurut pandangan teori kognitif, manusia sebagai sumber dari semua kegiatan dan dia bebas membuat pilihan dalam setiap situasi. Implikasi teori kognitif pada pengembangan pendekatan pembelajaran Fisika di kelas adalah lebih menekankan pada aspek pemahaman, kemampuan berpikir, dan aktivitas siswa. Dari uraian tersebut berarti apabila teori kognitif ini digunakan sebagai dasar dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran Fisika di kelas, maka aspek pemahaman merupakan inti dari proses belajar. Belajar yang sebenarnya haruslah memberikan pemahaman, artinya kunci utamanya adalah dimengertinya hal-hal yang dipelajari.

b.      Karakter unit Fisika
Dalam proses bempelajaran Fsiska di kelas juga diperlukan metode belajar yang tepat agar proses belajar maksimal. Salah saatu materi Fsika yang cocok untuk diaplikasikan dengan teori belajar kognitf adalah materi alat optik untuk kelas X SMA.
Alat optic adalah kajian Fisika yang memaparkan tentang berbagai media atau alat yang digunakan manusia dalam membantu melihat dan mengamati benda-benda supaya tampak lebih jelas. Diantara alat optic yang dipelajari di kelas X SMA adalah mata, kamera, lup, mikroskop, dan teopong. Secara umum tujuan pembelajarn alat optic adalah peserta didik mampu memahami prinsip kerja beberapa alat optic dan manfaatnya sehingga mampu memecahkan persoalan yang berkaitan dengan optika.
Jika dicermati, materi yang yang dibahas pada konsep alat optic di kelas X SMA, maka dapat diketahui bahwa materi ini merupakan aplikasi dari optika geometri yang membahsa peristiwa refleksi (pemantulan) dan refraksi (pembiasan) ketika cahaya melewati medium.

c.       Karakter Peserta Didik
Peserta didik merupakan komponen terpenting dalam proses pendidikan. Siswa dalam satu kelas biasanya memiliki umur yang tidak jauh berbeda, namun mereka memiliki latar belakang yang berbeda. Hal tersebut dikarenakan mereka berasal dari lingkungan yang berbeda. Dalam sekolah terdapat berbagai jenjang pendidikan, misalnya SD, SMP, dan SMA. Namun dalam kajian ini hanya akan menekankan pada anak kelas X SMA.
Siswa kelas X SMA termasuk dalam fase remaja yang merupakan masa peralihan antara masa kehidupan anak-anak dan masa kehidupan orang dewasa. Berdasarkan teori perkembangan, masa remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian. Pada periode ini, idealnya para remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalah-masalah yang kompleks dan abstrak. Kemampuan berpikir para remaja berkembang sedemikian rupa sehingga mereka dengan mudah dapat membayangkan banyak alternatif pemecahan masalah beserta kemungkinan akibat atau hasilnya. Para remaja tidak lagi menerima informasi apa adanya, tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri.
           Dari semua uraian di atas dapat diketahui bahwa teori belajar kognitif dapat diaplikasikan dalam proses pembelajaran Fisika khususnya pada materi alat optik untuk kelas X SMA.  Tetapi karena teori belajar kognitif ini memiliki kekurangan, maka sebaiknya dikombinasikan dengan teori belajar social agar proses belajar lebih maksimal. Pada bahasan ini akan dikaji secara teoritik.