Sunday, 22 October 2017

Bagaimana teknik bertanya dalam pembelajaran di kelas?



            Bertanya dalam pembelajaran memiliki peran yang sangat penting, sebab melalui pertanyaan, guru dapat mendorong, membimbing dan mengarahkan peserta didik untuk menemukan setiap materi yang dipelajarinya. Sedangkan teknik bertanya adalah metode atau cara pengajuan pertanyaan di dalam kelas. Teknik bertanya meliputi beberapa aspek, yakni:
1.      Bagaimana seharusnya guru bertanya dalam kegiatan pembelajaran
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada siswa hendaknya tidak selalu yang mudah saja, atau yang sukar saja, tapi harus bervariasi. Namun jika pertanyaan tersebut tidak bisa dijawab oleh siswa, yang harus dilakukan oleh guru adalah
a.       memberikan informasi tambahan agar murid dapat menjawab
b.      merubah pertanyaan dalam bentuk lain
c.       memecah pertanyaan semula menjadi beberapa sub pertanyaan sehingga akhirnya semua dapat terjawab.
Dengan demikian siswa akan lebih mudah memahami materi pelajaran dan daya serap siswa akan lebih tinggi.
2.      Pengaturan waktu tunggu
Waktu tunggu adalah waktu yang diberikan guru kepada siswa untuk menjawab pertanyaan. Ada dua jenis waktu tunggu dalam bertanya, yaitu:
·         Waktu tunggu untuk memberi kesempatan berfikir dan menyusun kalimat jawaban dengan baik.
·         Waktu tunggu setelah siswa menjawab, dimaksudkan untuk memberi kesempatan siswa lain untuk menanggapi jawaban temannya, sebelum guru memberi penguatan atau mengklarifikasi jawaban siswa dan melanjutkan pelajaran. Waktu tunggu ini juga 3 – 5 sekon.
3.      Bagaimana seharusnya menanggapi jawaban siswa
Jika guru mampu memberikan tanggapan dengan tepat terhadap jawaban siswa, maka motivasi belajar siswa akan meningkat dan tentunya akan berpengaruh positif terhadap hasil belajarnya.

4.      Hal-hal yang perlu dihindari dalam kegiatan bertanya
a.       Mengulang pertanyaan, kecuali semua siswa belum jelas akan maksud pertanyaan. Hal ini membiasakan siswa selalu memperhatikan kegiatan proses suatu diskusi, dan tidak membuang-buang waktu.
b.      Menjawab pertanyaan sendiri, karena menyebabkan siswa tidak aktif sebab sudah tahu bahwa akhirnya guru akan menjawabnya sendiri.
c.       Memotong jawaban siswa. Siswa yang sedang menjawab entah jawaban itu benar atau salah jangan dipotong sebelum jawaban selesai kemudian menunjuk siswa lain menjawabnya. Hal ini menimbulkan kekeceweaan siswa, yang lain kali dia enggan menjawab lagi atau menyebabkan siswa menjadi rendah diri merasa tidak diperhatikan jawabannya.
d.      Mengulang jawaban siswa. Ini menyebabkan siswa lain tidak memperhatikan jawaban temannya atau membiasakan siswa bersuara lemah atau tidak tegas. Bila perlu untuk memperjelas, mintalah siswa lain untuk mengulang jawaban yang diberikan temannya tersebut.
e.       Menunjuk siswa untuk menjawab sebelum pertanyaan diajukan. Hal ini menyebabkan teman lain tidak memperhatikan pertanyaan guru atau tidak melibatkan siswa lain karena merasa tidak akan disuruh menjawabnya.
f.       Mengajukan pertanyaan yang jawabannya ya atau tidak, atau yang jawabannya selalu jelas. Hal ini akan mengakibatkan jawaban serentak seluruh siswa. Sehingga mungkin ada siswa yang cuma ikut-ikutan dan kelas menjadi gaduh.
g.       Mengikuti pola yang selalu sama dalam mengajukan pertanyaan, misalnya yang menjawab diurut dari barisan belakang kedepan atau dari depan ke belakang terus menerus. Hal ini menyebabkan siswa tidak aktif karena tahu persis bukan gilirannya untuk menjawab.
Jenis-Jenis Pertanyaan
*      Klasifikasi pertanyaan menurut Bloom
Taksonomi Bloom merupakan salah satu cara yang dipakai dalam merumuskan tujuan pengajaran. Taksonomi ini dapat juga diterapkan untuk mengklasifikasikan pertanyaan yang diajukan guru di kelas. Ada tiga ranah yang dikemukan Bloom dan kawan-kawan dalam taksonomi tersebut ialah: kognitif (yang menyangkut aspek pikir); afektif (yang menyangkut aspek sikap); psikomotor (yang menyangkut aspek keterampilan).
1.      Pertanyaan pengetahuan
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan penalaran dalam kategori yang terendah, yang hanya menuntut siswa untuk dapat mengungkapkan kembali pengetahuan tentang fakta, kejadian, definisi dan sebagainya. Siswa hanya dituntut mengingat kembali apa yang dipelajarinya. Contohnya adalah:
·         Siapa penemu lampu pijar?
·         Apa yang dimaksud dengan energi?
2.      Pertanyaan pemahaman
Pertanyaan ini meminta untuk menujukkan bahwa ia telah mengerti atau memahami sesuatu. Ia dikatakan memahami sesuatu berarti ia telah dapat mengorganisasikan dan mengutarakan kembali apa yang dipelajarinya dengan menggunakan kalimatnya sendiri. Contohnya adalah:
·         Jelaskan ide pokok yang ditunjukkan oleh grafik ini?
·         Deskripsikan pengaruh gaya terhadap suatu benda?
3.      Pertanyaan penerapan (aplikasi)
Pertanyaan penerapan adalah pertanyaan pertanyaan yang menuntut suatu jawaban dengan menggunakan informasi yang telah diperoleh sebelumnya. Siswa dihadapkan pada pemecahan masalah sederhana dengan menggunakan pengetahuan yang telah dipelajarinya. Dengan menggunakan konsep, prinsip, aturan, hukum atau proses yang dipelajari sebelumnya, siswa diharapkan dapat menentukan suatu jawaban yang benar terhadap masalah itu. Contohnya adalah:
·         Klasifikasikan benda- benda menurut sifat kemagnetannya?
·         Beri contoh dalam kehidupan tentang peristiwa konversi energi?
4.      Pertanyaan analisis
Pertanyaan ini merupakan jenjang pertama dari kelompok pertanyaan tingkat tinggi. Pertanyaan analisis menuntut siswa untuk berpikir secara mendalam, kritis, bahkan menciptakan sesuatu yang baru, untuk menjawab pertanyaan analisis, siswa harus mampu menguraikan sebab-sebab, motif-motif atau mengadakan deduksi (dari suatu generalisasi/kesimpulan umum/hukum/teori, dicari fakta-faktanya). Oleh karena itu, pertanyaan analisis tidak hanya mempunyai satu jawaban yang benar, melainkan berbagai alternatif. Contohnya adalah:
·         Mengapa pada malam hari bunyi-bunyian lebih jelas terdengar dibandingkan siang hari?
·          Kesimpulan apa yang dapat diambil dari percobaan itu?
5.      Pertanyaan sintesis
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan tingkat tinggi yang menuntut siswa untuk berpikir orisinil dan kreatif. Dengan pertanyaan ini akan diperoleh kemampuan untuk menghubungkan bagian-bagian atau unsur-unsur agar dapat menjadi suatu kesatuan. Mereka dituntut untuk dapat mengambil suatu kesimpulan dari informasi yang telah diberikan. Siswa tidak hanya menerka jawaban, melainkan harus berpikir dengan sungguh-sungguh. Contohnya adalah:
·         Gambarkan rangkaian seri dua lampu yang menggunakan satu batere dan satu saklar.
6.      Pertanyaan evaluasi
Pertanyaan ini menuntut proses berpikir yang paling tinggi dan untuk dapat menyatakan pendapat atau menilai berbagai ide, karya seni, pemecahan masalah serta alasan-alasan keputusannya, harus digunakan kriteria-kriteria tertentu. Contohnya adalah:
·         Apa pendapatmu apabila larutan gula dipanaskan dalam waktu yang cukup lama?
·         Bagaimana cara menentukan kutub-kutub suatu magnet?
·          
*      Pertanyaan Berdasarkan Maksudnya
Menurut Hutasoit (2010), pertanyaan berdasarkan maksudnya, terdiri atas:
  1. Pertanyaan permintaan ( compliance question) adalah pertanyaan yang mengharapkan peserta didik mematuhi perintah yang diucapkan dalam bentuk pernyataan.
  2. Pertanyaan retoris (rhetorical question) adalah pertanyaan yang tidak menghendaki jawaban, tetapi dijawab sendiri oleh guru, dengan maksud hanya menyampaikan informasi kepada peserta didiknya.
  3. Pertanyaan mengarahkan atau menuntun (prompting question) adalah pertanyaan yang bermaksud memberi arah atau menuntun peserta didik sehingga dapat menemukan sendiri jawaban atas pertanyaan yang diajukan kepadanya. Pertanyaan ini diperlukan jika guru ingin agar peserta didiknya memperhatikan dengan seksama bagian-bagian tertentu atau pokok inti dari bahan yang disajikannya.
  4. Pertanyaan menggali (probing question) adalah pertanyaan lajutan yang dapat mendorong peserta didik untuk lebih mendalami jawaban atas pertanyaan yang diajukan sebelumnya. Jenis pertanyaan ini dimaksudkan untuk mendorong peserta didik meningkatkan kuantitas dan kualitas jawaban yang diberikan.

Daftar Pustaka
Mansur HR.  Teknik Bertanya dalam Pembelajaran. Sulawesi Selatan : Widyaiswara LPMP.
Parsaoran, Siahaan. Teknik Bertanya dalam Pembelajaran IPA
Beni. 2008. Keterampilan Bertanya Dasar dan Lanjut, (online), (http:// KETERAMPILAN%20BERTANYA%20DASAR%20DAN%20LANJUT%20%C2%AB%20BENI%27S%20WEBLOG_files/jquery.js“).

No comments:

Post a Comment