Thursday, 16 March 2017

Fisika Kebumian: pembentukan sumber mata air panas


 

a.    Pengertian sumber mata air panas


      Mata air  (spring) adalah pemusatan keluarnya air tanah yang muncul di permukaan tanah sebagai arus dari aliran air tanah. Berdasarkan sebab terjadinya mata air panas diklasifikasikan menjadi dua, yaitu mata air yang dihasilkan oleh tenaga non gravitasi dan mata iar yang dihasilkan oleh tenaga gravitasi. Mata air yang dihasilkan oleh tenaga non gravitasi meliputi: mata iar vulkani, mata air celah, mata air hangat dan mata air panas.
            Air panas (hot spring) biasanya berupa mata air panas atau hangat yang dapat berupa kolam atau mengalir ke sungai. Terbentuk karena adanya rekahan-rekahan batuan. Hot spring biasanya memiliki suhu lebih dari  37oC, diatas suhu normal tubuuh manusia.

            Proses pembentukan sumber mata air panas
            Mata air panas dipanaskan oleh geothermal. Semakin  dalam letak batuan di dalam perut bumi, semakin meningkat pula temperature batuan tersebut. Peningkatan termperatur batuan sebanding dengan kedaaman disebut gradient geothermal. Air merembes ke dalam kerak bumi, dan dipanaskan oleh permukaan batu yang panas. Air yang sudah dipanaskan keluar di mata air panas yang lokasinya jauh dari gunung berapi. Di kawasan gunung berapi, air dipanaskan oelh magma hingga menjadi sangat panas. Air menajdi terlalu panas hingga membentuk tekanan uap dan menyembur ke permukaan bumi.
            Setiap benua dan di bawah samudra memiliki sumber air panas yang berasal dari kerak bumi. Kebanyakan dari sumber air panas ini tercipta sejak 20 hingga 45 juta tahun lalu akibat aktifitas vulkanik. Ketika air masuk ke dalam maka suhunya akan ikut naik dan akan semakin panas ketika berbenturan dengan batuanyang panas. Sehingga muncul sumber air panas. Semakin panas suhu air, berarti sumber air tersebut semakin dalam atau bahkan di kerak bumi. Sumber air hangat biasanya campuran dari sumber air panas dan dingin, namun ini biasanya terjadi di luar daerah vulkanik. Pergerakan air tanah di berbagai tempat akan mengakibatkan air tanah keluar ke permukaan bumi sebagai mata air ataupun rembesan dengan debit bervariasi. 
 Sumber Mata Air Panas Cisolong
           Observasi sumber air Panas dilakukan di sumber air panas Cisolong pada tanggal 7 Mei 2016. Sumber air panas Cisolong merupakan salah satu sumber mata air yang dimanfaatkan sebagai tempat wisata pemandian air panas. Lokasi sumber air panas Cisolong terletak di Cisolong, Desa Sukamanah, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Banten
          Air panas (hot spring) biasanya berupa mata air panas atau hangat yang dapat berupa kolam atau mengalir ke sungai. Air  panas biasanya memiliki suhu lebih dari  37oC. Sumber air panas Cisong diperkirakan terbentuk akibat adanya aktivitas vulkanik. Karena di Cisolong terdapat dua gunung yang relatif dekat yaitu gunung Karang dan gunung  
           Air merembes ke dalam kerak bumi dan dipanaskan oleh magma hingga menjadi sangat panas. Air menjadi terlalu panas hingga membentuk uap dan menyembur ke permukaan bumi. Suhu di sumber air panas Cisolong dapat mencapai 80oC.  Di Cisolong sendiri terdapat banyak sumber mata air panas. Di tempat observasi, terdapat 3 sumber air panas yang digunakan sebagai tempat wisata pemandian air panas yang dikelola oleh swasta dan pemerintah serta beberapa sumber air panas kecil lainnya.  
           Sumber air panas Cisolong, ternyata kandungan belerangnya tidak terlalu pekat, sehingga jika kita mendekat ke sumber tersebut meskipun sangat dekat, tapi tidak tercium bau belerang yang menyengat.


 http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20309892-S43012-Sebaran%20mata.pdf  

Teleskop (pengertian, kalibrasi, dan perawatan)



a.      Teleskop
                Untuk dapat melihat hilal, kita membutuhkan alat bantu penglihat yaitu teleskop.  Astronomical Telescope (Sukardiyono, 2013), adalah sebuah perangkat yang memiliki kemampuan untuk membuat objek yang jauh tampak lebih dekat. Teleskop memiliki beberapa macam.
            Teleskop terdiri dari beberapa jenis. Salah satunya adalah teleskop equatorial. Pada teleskop berjenis equatorial, pergerakannya mengacu pada sistem koordinat equatorial yang dapat mengikuti arah putaran bintang. Pada sistem koordinat equatorial, kedudukan benda langit ditentukan oleh right ascension dan deklinasi. Right ascension (RA) merupakan jarak proyeksi bintang pada khatulistiwa langit. Sedangkan deklinasi adalah jarak sudut antara benda langit dengan proyeksinya pada lingkaran khatulistiwa.

b.      Perakitan dan Kalibarasi Teleskop
Cara merakit teleskop Skywatcher EQ rafraktor sebelum digunakan (Buku Panduan Instruction manual):
1.      Merakit tripod: mengatur tripod agar sesuai, memasang penampang aksesoris, memasang mouth pada tripod
2.      Merakit Teleskop:
a.       Memasang dan mengatur counterweigh
b.      Memasang kabel control
c.       Memasang cincin tabung dengan mouth
d.      Memasang tabung utama teleskop pada cincin tabung dan memasangnya dengan mouth
e.       Memasang fincerscope pada bagian atas tabung
f.       Memasang eyepiece (refraktor/ reflector)
Cara mengoperasikan dan kalibrasi teleskop: (Buku Panduan Instruction manual):
1.      Mengkalibrasi finderscope:
a.       Pilih object yang jaraknya minimal 500 yards dan arahkan teleskop utama pada objeck. Atur agar object berada di tengah eyepiece.
b.      Cek finderscope untuk melihat apakah objek yang berada di tengah eyepiece sudah berada di tengah bidikan.
2.      Menggunakan red dot finde: adalah alat penunjuk pembesaran nol yang menggunakan penampang dilapisi kaca untuk menempatkan citra titik merah kecil ke langit malam. Red Dot Finder dilengkapi dengan variabel kontrol kecerahan, pengaturan azimuth Kontrol, dan kontrol penyesuaian ketinggian.
3.      Mengatur kesetimbangan teleskop
4.      Mengoperasikan EQ mouth
5.      Memilih dan memasang lensa yang akan digunakan
6.      Memfokuskan teleskop dengan mengatur pemfokus sampai gambar pada eyepiece tajam
7.      Mengatur polar dan mengarahkan teleskop pada object yang akan diamati

                
h.      Perawatan Teleskop
            Perawatan dan kebersihan lensa/ cermin pada sebuah teleskop sangatlah penting, karena lensa/ cermin adalah suatu komponen yang sangat penting sebagai pengumpul cahaya dari objek dan sebagai data mentah, yang selanjutnya diolah menjadi informasi yang memerlukannya. Untuk itu, lensa/ cermin merupakan faktor yang sangat penting dalam meningkatkan citra objek untuk dijadikan informasi selanjutnya. 
            Hilangkan  debu pada tutup atas ujung teleskop setiap kali tidak digunakan. Hal ini untuk mencegah debu melekat di cermin atau permukaan lensa. Jangan membersihkan cermin atau lensa kecuali kita sudah familiar dengan permukaan optik. Bersihkan finderscope dan eyepieces dengan kertas lensa khusus saja. Eyepieces harus ditangani dengan hati-hati, hindari menyentuh permukaan optik.
            Secara umum, (Ekawanti, Novia) kita dapat membersihkan semua permukaan optic sendiri asalkan kita cukup hati-hati dan berkompeten., karena apabila kita membersihkannya terlalu keras, maka akan merusak permukaan optiknya. Selain itu, penjadwalan juga sangatlah penting. Karena dengan terlalu sering membersihkannya juga dapat merusak permukaan optik tersebut. Jadi, “bersihkan hanya ketika benarbenar diperlukan pembersihan”. Ada beberapa prosedur yang perlu dilakukan dalam pembersihan optik teleskop yaitu penentuan jadwal, penyediaan sarana/ alat, penyediaan personil, dan tahap pelaksanaan.